sudah pukul jam 11 siang tetapi Gita dan Sinta belum juga sampai di rumah besar keluarga Rio. Della a yang sedari tadi menunggu kini mulai gusar karena Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.
"Aduh tante Gita mana ya? apa enggak jadi nih? Kok nggak hubungin aku sih? aku mulai bosan nih nunggu mereka enggak datang-datang kayak gini," ujar Dela melihat jam dan sesekali melirik handphonenya.
" Halo, tante di mana? apa enggak jadi ini kita perginya? kok nggak datang-datang? "tanya Della, Dia langsung menghubungi Gita karena sudah tidak sabar lagi menunggu.
"Halio.. Iya Della, tunggu sebentar ya. tante masih ada di jalan nih. aduh maaf ya tante bikin kamu menunggu lama. tante masih rempong banget sih tapi sebentar lagi udah mau nyampai ke rumah kamu kok. tunggu ya sayangku,"jawab Gita menenangkan.
Della pun cemberut dan masih menunggu kedatangan Gita dan Sinta.
"ngapain sih pakai acara manggilnya sayang-sayang segala? Mommy centil banget sih sama anak orang? berisik banget sih mami ujar Sinta melirik sang Mommy menyetir.
"Aduh Ya nggak gitu juga si Sinta sayang cuman, Ya namanya juga orang mau pendekatan gitu loh. ya mesti baik-baikin dong. Lagian juga orang disuruh nunggu Mami kan tadi janjiannya jam 11, nah sekarang udah jam 12.10 udah lama udah Della nunggu Mommy Honey,"terang Gita.
"pendekatan-pendekatan sih Mommy, tapi ya nggak usah berisik banget kayak gitu dong malu atuh Mami. yang santai aja dong pendekatanya aku jadi geli gitu ngelihatnya Mami nggak usah gitu-gitu banget deh ih malesin," Shinta mulai ngomel dengan cara sang Mommy.
" Biarin aja kamu ngomong kayak gitu, Sinta Yang jelas umpan yang mommi berhasil dan bikin dia jadi luluh, udah akh berisik deh,"kata Gita.
Gita dan Sinta pun muncul ke rumah Rio dan mendapati Della sudah berada di halaman rumahnya dan segera berlari kecil menuju mobil Gita, saat dilihatnya mobilnya sudah ada di halaman.
" Aduh Della sayang, maafin tante ya jadi Lama nunggunya. Tante Tadi lagi ada kerjaan. jadi maaf banget ya nggak papa kan? Tapi kita tadi udah booking tempat kok, jadi kamu tenang aja,"ujan Gita menjelaskan.
"it's Oke kok Tante aku nggak apa-apa cuma rada khawatir aja karena tante lama datangnya dan nggak bilang apa-apa ke aku. Katanya jam 11 dan Aku udah nungguin dari jam berapa tadi makanya aku khawatir dan langsung nelpon tante,"terang Della.
Sinta melirik sang mommy, menyuruh segera gas poll, karena Ia sudah lapar juga.
Gita mengajak keduanya masuk ke restoran bergaya outdoor dengan gazebo, kolam kolam kecil dan ornamen lama bergaya klasik.
"Nah, dimana tempatnya? menenangkan bukan? ini punya temannya tante lo. baru buka beberapa minggu yang lalu. sekalian dia mau ninta bantu promoin sama tante,"ujar Gita menjelaskan.
Sinta hanya manyun dan langsung duduk di gazebo. Meski bergaya klasik, mereka juga menyediakan tempat karaoke, seauatu yang disuka Gita.
"Kamu bisa nyanyi enggak Della? di sana ada tempat karaoke loh. ntar kalau udah selesai makan kita kesana ya," ajak Gita.
"nyanyi tante?"tanya Della.
Sinta melirik ekspresi Della dan melirik Mommy yang bersemangat mau ngajak karaoke si Della.
"Iya, kenap? Mama kamu dulu suka banget lo karaokean,"kata Gita.
della tidak menanggapi ia hanya tersenyum saja mendengar perkataan dari gita tersebut yang memang suka juga karaoke tapi hanya karaoke di rumah dan kamar apalagi di kamar mandi saja.
sambil makan Gita menceritakan banyak hal apalagi mengenai masa lalunya bersama dengan ibunya Della. Gita yang menceritakan bahwa dirinya sangat dekat dengan almarhum Dewi Ambarwati itu.
"ibu kamu itu suka banget elu traktir teman-teman apalagi traktir tante. maklumlah dulu kan Tante masih anak baru di dunia keartisan. Mami kamu tuh baik banget li Della,"katanya Gita
"tante bener enggak nyangka banget Mama kamu bakalan cepet banget perginya Apalagi kan dia itu adalah orang yang cukup dihormati dunia cardisan Tanti apalagi sampai sekarang masih banyak banget penggemar dia ya masih mencintai dia termasuk juga nunggu kamu loh sayang buat masuk ke dunia keartisan tapi apa mau dikata ya Nggak semua anak mama jejak mengikuti jejak orang tuanya kaya tante aja nih cinta aja nggak mau tuh ikut Tante terjun ke dunia keartisan taniti dia malah maunya terjun ke dunia ekonomi Gak ngerti dia tante-tante oh iya kamu sendiri nanti mau kuliah Jurusan apa? apa mau ke dunia tisu juga kayak Mama kamu? tapi yakin kalau kamu ke dunia keartisan banyak orang yang masih mengenali Mama kamu akan mengharapkan kamu juga Kamu tahu nggak sutradara yang dulu pernah ngajakin mama kamu syuting acara pernikahan mama dan papa kamu kemarin pernah Nanyain kamu loh dia nanyain Apakah kamu mau ikutan shooting atau enggak tante bilang sih Tante nggak tahu soalnya tapi nggak pernah bicara ini sama kamu," ujan Gita tertawa.
" diri sendiri sama sekali nggak tertarik sama dunia keartisan tante cuman nggak tahu ya kalau besok atau lusa ya nanti dia akan berubah pikiran Kalau sekarang sih di-sms nggak ke tertarik untuk beli itu tanda bukti dalam malah kepengennya masuk kedokteran tante cuman nggak tahu ya otak Dela nyampe atau nggak. Papi sendiri sih pernah ngomongin soal Ekonomi aja biar ada orang yang ngurusin perusahaannya dan bantu-bantu dia di perusahaan tapi nggak tahu ya Tante setiap kali papa ngajakin ke perusahaan ngajakin meeting ngajak ketemu sama klien-kliennya Della malah sama sekali nggak tertarik tuh," ujar Della menjelaskan.
" ya baguslah kalau kamu nggak ke tertarik sama dunia ekonomi apalagi sama perusahaan. Biar Sinta saja yang nanti meneruskan perusahaan itu," pikir Gita dalam hati.
ketiganya kemudian menghabiskan waktu bersama siang itu hingga sore hari, Sinta bahkan dibujuk sang Mami untuk meninggalkan kuliahnya dan terpaksa bolos hari itu padahal dia sengaja mengambil kuliah di akhir pekan untuk menambah nilainya yang beberapa kali anjlok.
Sinta akhirnya mengiyakan bujukkan sang mami karena tergiur dengan apa yang akan diberikan sang mami karena besok dia sudah bisa diberikan SIM yang di telah dipengang mami. Gita sengaja membuatkan sim untuk Sinta tetapi hanya sebuah sim.
untuk kendaraan sendiri sinta sangat jarang diperbolehkan maminya mengendarai mobil sendiri dia lebih senang disuruh untuk naik taksi ataupun diantar oleh supirnya Gita bahkan tidak pernah diizinkan Sinta pergi seorang diri mengendarai mobil.
gita terlihat sekali mengharapkan dirinya dengan daerah bahkan sengaja memaksa dewa untuk ikut serta nyanyi bersama setelah mereka melakukan makan siang bersama tadi tanda petik gitar bahkan menyuruh darah untuk menyanyikan lagu yang biasanya yang dinyanyikan oleh sang mama saat sedang ada di karaoke kita benar-benar menguak seluruh informasi yang dia bisa ingin untuk mengingatkan della bahwa Gita bener-bener orang yang terdekat dalam hidup dewi ambarwati di masa lalu.
"tante tuh orang terdekat Mami kamu lho Della saat dia masih hidup dulu. meskipun Tante ini cuman Junior tapi Tante tuh deket banget sama dia tante bakal tahu banget apa yang dirasain apalagi saat kemarin dia mau menikah dulu tante yang paling hebat sendiri loh. sayang banget usianya nggak lama tapi Tante yakin dia sudah bahagia sekarang di tempatnya Tante Tika kamu jangan anggap Tante ini orang asing Tante ini orang terdekat Mami kamu Adek aja Mami kamu masih hidup dia pasti senang banget melihat kedekatan kita sekarang. oh iya gimana Sayang, Papi kamu? tapi kamu masih ingat nggak kalau Tante Dulu sering banget sama mama kamu pas mamamu masih hidup. apa papa kamu pernah cerita soal tante ke kamu?" tanya Gita menguak informasi dari Della menanyakan dirinya pernah tidak disebut Rio.
Della hanya nyengir lebar, malas menanggapi. Lagi lagi Sinta menyenggol sikut maminya.
"Apa Sin?"tanya Gita galak setengah berbisik.
"Aduh udah dong Mami nggak usah terlalu lebay kayak gitu nanyanya ke Della. Dellanya aja itu liat aja deh udah bosen, liat aja dia cuma nyengir dan nggak jawab in pertanyaan mami gitu. udah deh nggak usah berisik banget kaya gitu. Udahan aja ya Mommy, udah sore ini, aku udah gerah banget,"kata Sinta mengajak untuk pulang dan mengakhiri acara mereka.