Menyadari

1022 Kata

Vania duduk termenung di balkon kamarnya. Dia masih memikirkan prihal tadi siang. Ingatan itu kembali melintas di pikirannya. "Vania, kamu Vania bukan?" Tanya Adrian. "Iya benar, kamu siapa?" Tanya Vania balik. "Perkenalkan, aku Adrian. Kakak dari Mahendra." Ucap Mahendra sambil menjulurkan tangannya. "Hai, Adrian. Salam kenal." Balas Vania. "Ternyata kamu pacar Mahendra?" Tanya Adrian. Vania sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Adrian yang begitu tiba-tiba itu. "Iya, kalau boleh tahu ada perlu apa ya?" Tanya Vania "Sebenarnya ada satu hal yang harus aku katakan padamu. Tapi tidak disini. Ini penting." Kata Adrian "Sebenarnya tentang apa?" Tanya Vania. "Percayalah padaku. Ini sangat penting. Ikutlah denganku." Adrian meyakinkan Vania. Karena kepolosan Vania, dia mengikuti Adri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN