“Tolong hentikan! Aku mohon hentikan!” “Tapi aku sudah tidak bisa berhenti sekarang. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.” “Aahhhh… Jangan!!! Tidak!!! Hentikan!!!” Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering cukup kencang. Sehingga membuat Nolan yang tidur pun akhirnya bangun. “Haish… siapa sih yang menelpon sepagi ini,” kesal Nolan. Nolan mengambil ponselnya, dan tertera nama Sheila pada layar. Nolan menghenduskan nafas kesal. Lalu melempar ponselnya di kasur, dan mengabaikan panggilan dari Sheila. Ia memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing. “Sebentar!!! Mimipi apaan gue tadi? Bisa-bisanya gue ngimpi begituan. Sial. Terus siapa wanita yang ada dimimpi gue tadi?” gumam Nolan. Ponsel Nolan kembali berdering. “Mau apa sih wanita satu ini.” Dengan terpaksa akhirnya Nolan pun

