23 - Ancaman Berlanjut

858 Kata

Sejak sang ayah pergi meninggalkan mereka berdua saja, batasan pun langsung dibuat oleh Synda. Ia memilih duduk di kursi kerja, sedangkan Alexander berada di sofa. Keinginan agar pria itu segera pergi rasanya tak bisa dilakukan. Pengusiran juga bukan cara terbaik. Alexander adalah rekan bisnis untuknya, tidak lagi mantan kekasih. Harus dijunjung sikap profesional dari perasaan pribadi demi menyelamatkan harga diri. Synda pun memilih tidak memulai obrolan terlebih dahulu, menunggu sang mantan kekasih berbicara. Ia tetap memberi balasan pada Alexander yang lekat memandangnya. Sorot mata pria itu tak bisa diartikan secara mudah. Dirinya juga enggan terlalu repot menerjemahkan. Ingin memutus kontak mata justru, namun diurungkannya. Sebab, tidak ingin terlihat kalah dari Alexander. Ada sema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN