Ken menatap wajah Jo dalam diam. Betapa beruntung dirinya karena dapat menyaksikan wajah Jo yang tengah tertidur pulas. Wanita itu tampak begitu sempurna di matanya, tidak sedikitpun cela pada wajah wanitanya. wanita itu cantik, ia juga memiliki hati yang sama indahnya. Ken mengusap pipi Jo pelan dan begitu hati-hati, seakan wanitanya itu adalah kristal yang begitu rapuh dan mudah pecah. Kamu nggak akan pernah tahu betapa aku mencintaimu. Aku memang licik, egois, dan mungkin tidak sempurna. Tetapi cinta ini membuatku gila Jo, aku menginginkanmu melebihi segala keindahan yang ada di dunia ini. “Ken...” Jo berkata dengan suara serak khas bangun tidurnya. Ken tersenyum manis, ia melipat kedua tangannya pada tepi tempat tidur milik Jo dan menempatkan wajahnya pada tangannya yang terlipat it

