"Tok, tok, tok." ucap pria itu dengan suara beratnya. "Dani." Bintang menyapa pria itu. Wajahnya murung melihat kelakuannya. "Pak Dani." Yogi juga menyapa pria itu hampir bersamaan dengan Bintang. Tapi di matanya ada kelegaan yang tak terlukiskan. "Tidak bisakah kau mengetuk pintu dengan tanganmu? Bukan malah mengeluarkan tiruan bunyi dengan mulutmu?" Bintang mengeluh dengan sedih. Kebiasaan seniornya ini sangat buruk dan sangat sulit untuk diubah. Dani memasuki ruangan itu dan langsung menuju meja tempat Bintang dan Yogi berdiri. "Ayolah, jangan kasar begitu. Aku ke sini untuk mengulurkan tanganku," Mata Dani melihat langsung ke mata Bintang, lalu beralih untuk menyapa Yogi dengan tatapannya. "Apa yang kau temukan?" "Lokasi yang didatangi pelaku," Bintang berusaha menjelaskan, namu

