33. Terselesaikan (1)

1300 Kata

33.  Terselesaikan (1) "Jadi, Dek Shaqi mau, kan, maafin Abang?" Harap-harap cemas Ammar melemparkanar, atau lebih membantah seorang pengharapan. Mata Shaqi memandang penuh telisik, seolah dia mencari tahu tentang segala yang ada di dirimu Ammar melalui semua ingatakan yang Azra ucapkan kemarin, "Shaqi mau maafin Abang, tapi ada syaratnya," ucapnya dengan mimik serius. "Kok pakai syarat, maksud enggak ikhlas dong?" "Ikhlas, tapi 'kan, Shaqi belum bisa menjawab yang pasti, tentang semua yang Mas Azra ucapkan kemarin, Bang!" "Azra lagi cemburu aja itu, Dek. Dia cemburu karena tau kalau selama ini Abang suka terima kasih sama Dek Shaqi," aku Ammar. Mengucapkan salah, karena dari Ammar lihat ucapan dan kalimat Azra sangat menggebu, serta sorot mata memancarkan cemburu yang mungkin tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN