Perusahaan Aska

1237 Kata

“Pak ...,” lirih Sisil. Aska tersentak, langsung tersadar dari lamunannya. “Iya!” Aska menatap ke arah Sisil penuh wibawa. “Langsung antar mereka ke ruang studio, kalau ada sesuatu yang perlu dibicarakan, baru hubungi aku. Kamu boleh keluar sekarang.” Inilah sifat Aska yang sebenarnya, selalu tegas, irit bicara dan tidak suka basa-basi. Sisil mengangguk, sedikit mundur. “Baik, Pak!” Gadis itu langsung pergi dari ruangan bosnya. Aska meghela nafas, kembali menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya. “Semoga aja semua sesuai rencana, Lit ...,” gumam Aska. “Ah, sialan!” Tiba-tiba saja Aska menggebrak meja yang ada di depannya, mukanya terlihat memerah, dia terlihat sangat emosi. “Gue bener-bener nggak rela kalau si b******k Panca masih nempelin Lita.” Kata-kata itu keluar begitu saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN