Aska yang terlihat sangat kesal dengan ulah Veronica ternyata membawa Veronika ke ruangannya, melepas tangan Veronika dengan kasarnya hingga hampir saja membuat gadis itu terjatuh. Veronika menoleh, menatap tajam ke arah Aska. “Sejak kapan kamu kasar banget kek gini?” Veronica menampilkan wajah sedihnya. Aska memejamkan matanya sekejap, berusaha menahan emosinya yang makin meluap, menunjuk ke arah Veronica. “Apa yang kamu lakukan di sana?!” Veronica menunjuk dirinya sendiri. “Aku ...?” Gadis itu tersenyum kecut. “Tentu saja melakukan pemotretan!” Aska tersenyum miring. “Kamu pikir bisa semau sendiri tanpa persetujuan dari aku?” “Kenapa harus minta ijin dari kamu? Dari dulu aku menggunakan tempat itu sesuka aku, bahkan Om Andre juga tidak keberatan.” Veronika terus menyangkal kata-kat

