Dua Puluh Tujuh

553 Kata

Nial membersihkan dapur perusahaan yang berserakan, Malam ini nial kembali belajar memasak kemampuan memasak nya sudah mulai meningkat dan harus diakui. “cicipi lah” ujar Nial memberikan piring hasil masakan nya. Lita menatap tanpa minat karena susunan nya sangat berantakan. “jangan lihat dari tampilan nya, kebiasaan sekali memandang orang dari luar nya saja” gerutu Nial membuat Lita tertawa. “baik-baiklah akan ku cicip” ujar Lita mengambil sendok dan mulai mencicip hasil masakan nial. Nial terus menatap Lita dengan harap-harap cemas. “bagaimana?” tanya nya penasaran membuat Lita mengangguk-anggukan kepala nya. “masakanmu sudah lumayan, hanya saja tolong perhatikan tampilan nya” “baiklah aku mengerti” Lita mencoba memotong kentang dengan sendok milik nya tapi tidak bisa karena masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN