Nial sedang rapat direstoran bersama kliennya, tapi matanya tidak sengaja menangkap Ema yang sedang makan bersama pria asing. Nial menyipitkan kedua matanya, siapa pria yang membuat wanitanya tersenyum. Berani-beraninya pria itu mendekati wanitanya. “saya permisi sebentar pak” pamit Nial memotong pembicaraan kliennya yang sedang menjelaskan prihal pekerjaan. Klien yang tidak bisa berkata-kata lagi karena Nial meninggalkannya begitu saja, yang bisa ia lakukan adalah menunggu Nial kembali barulah ia akan melanjutkan pembicaraan kontrak. Jika Nial bukan lahan yang besar untuk bekerja sama mana mungkin orang itu ingin menunggu Nial yang menghampiri wanita. Sedangkan Renata menatap Ema tidak suka, ia hanya tersenyum maklum pada kliennya. “sayang?” ujar Nial membuat Ema langsung menoleh keara

