sudah seminggu semenjak kejadian Ema dirawat di rumah sakit, luka di kepala Ema sudah mulai mengering dan ia sudah bisa berjalan dengan benar. Dan hari ini juga Ema kembali kerutinitasnya, bekerja sebagai model. “waktu cutimu masih dua hari lagi, seharusnya kau gunakan untuk bersantai dirumah Ma” ujar Dante memberikan teh hijau pada Ema. “terima kasih dan” kata Ema menerima teh nya lalu menyesap teh nya sedikit demi sedikit karena masih panas. “kau taulah, aku bosan sekali dirumah. Badanku butuh gerak dan yang paling penting aku rindu dengan kilatan kamera” ujar Ema meletakan gelasnya diatas meja. “terserahmu saja, omong-omong dimana sari?” tanya Dante karena tidak menemukan Sari disekitar Ema. “ngantar Lala kesekolah, kenapa menanyakan Sari? Merindukannya em?” goda Ema membuat Dante

