Bab 49 Bertemu Ayah Kandung

977 Kata

Aku masih terlelap dalam pelukan Pria Arogan dengan begitu sangat hangat, hingga terdengar suara deringan dari ponselku. Siapa yang mengganggu tidur lelapku sekarang? "Halo?" "Kak Amira sama Kak Dafi jahat, kenapa gak pernah bilang kalau Ayah masih hidup?" Deg... Kina sudah mengetahui semuanya. Dia pasti merasa sangat kecewa sekarang. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk membohonginya. "Maaf Kina, Kakak bisa jelaskan semuanya sama kamu." "Aku kecewa sama Kakak!" Tututut... Ponselnya tiba-tiba dimatikan oleh Kina. Aku tahu kalau hal ini akan terjadi. Pasti Ayah sudah menemui Kina. Atau ada seseorang yang memang memberitahu Kina. "Euggh... siapa yang telpon?" Ardito yang ada di sampingku ikut terbangun. Mungkin karena tidurnya terasa terganggu. Aku juga tidak bermaksud untuk memba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN