"Apa yang akan kamu lakukan?" Aku panik ketika Ardito sudah mendekatkan wajahnya dengan wajah milikku. "Kenapa? Kamu seperti ketakutan sekali. Rileks." Bagaimana aku tidak panik? Bahkan jarak kami yang begitu dekat membuat aku merasa sangat khawatir dengan apa yang dilakukan oleh pria arogan itu. Baru saja Ardito akan mendekatkan bibirnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Aku langsung menjauhkan diri darinya. Selamat! Karena pada akhirnya Ardito tidak jadi melakukannya. Ardito terlihat sangat kesal karena kegiatannya tertunda. Kemudian dia melirik ke arah Gino dengan tatapan yang sangat tajam. "Ada apa, Gino?" "Hari ini ada pertemuan dengan salah satu perusahaan yang terkenal." "Baiklah kalau begitu." Ardito melirikku sekilas sebelum akhirnya dia pergi bersama Gino keluar

