Bab 34 Gilang Temannya Amira

974 Kata

Sudah pukul lima sore, saatnya untuk aku pulang. Melirik ke arah Ardito yang saat ini tidak jauh dari tempatku berada. Apa aku pamitan saja padanya untuk pergi dari sini? "Aku pulang duluan yah." Aku sudah berusaha baik padanya dengan berpamitan. Dia tidak mengatakan apa pun juga. Entah ada apa dengan dirinya. Sejak tadi Kina menelpon, dia terus saja terdiam. Bahkan hanya memberikan berkasnya saja padaku untuk dicek. Berjalan melewatinya, dan tanpa sadar ada orang yang mencekal tanganku saat ini. Siapa lagi orang yang berani mencekal tanganku selain Suami Arogan? "Ikut denganku!" "Aku mau pergi ke rumah sakit." Dia tidak mengatakan apa pun juga, dan sekarang tanganku ditarik olehnya seperti anak ayam yang sedang mencari induknya. Entah apa yang harus aku lakukan sekarang. Menurutinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN