Pagi yang begitu cerah. Dito terbangun dari tidurnya sambil memegangi kepala. Mungkin dia masih pusing karena semalam dia mabuk. Dia melirik ke arahku dan penampilanku yang sepertinya juga sama-sama berantakan. Mungkin ini semua efek dari apa yang kami lakukan semalam. "Apa yang terjadi?" Dito menanyakan hal itu padaku. Mungkin ini saatnya aku menceritakan semuanya. "Semalam kamu mabuk." "Kamu memanfaatkan ini semua?" Mataku membulat saat dia malah menuduhku memanfaatkan keadaannya yang mabuk. Dasar laki-laki menyebalkan, main tuduh saja sembarangan. Memangnya apa yang aku dapatkan dari semuanya. Yang ada aku yang malah dirugikan di sini. "Untuk apa aku memanfaatkanmu? Semalam kamu diantar oleh Laura. Aku cuma berniat membuka bajumu." "Itu buktinya? Kamu sudah mulai berani melaku

