Tiara membulatkan mata ketika mendengar suara Tami yang menyebut namanya, ia pun segera melangkah menuju pintu rumahnya dan melihat Tami sudah di depan rumah dengan wajah yang pucat. Tami langsung memeluk sahabatnya dan menangis di pelukannya. Tami melepaskan pelukannya dan berkata, “Bagaimana kabarmu?” “Aku kurang baik,” jawab Tiara. “Aku sangat mengkhawatirkanmu. Kamu darimana selama ini?” “Aku ke rumah Bibi dan Pamanku,” jawab Tami. “Aku beberapa hari ini tinggal di sana.” “Kamu baik-baik saja, ‘kan?” tanya Tiara, “Aku baik-baik saja, aku sengaja kemari karena aku tahu proses perceraianku sudah selesai,” jawab Tami menatap Tiara yang mempersilahkannya duduk. “Aku lega sekarang.” “Syukurlah. Kamu sudah terbebas dari genggaman Evan,” kata Tiara. “Kalian baru bercerai, tapi Evan suda

