Napas Sekar mendengus panas, memburu, sama halnya dengan Faisal. “Sekar....” Faisal kembali berbisik serak lalu memejamkan matanya. Ia melumat bibir Sekar yang bergetar ketakutan. Mata Sekar yang melotot, menjadi kabur karena dekatnya jarak antara dirinya dengan wajah Faisal. Jantung Sekar berdentum semakin keras. Apalagi ketika tangan besar dan halus Faisal meraup wajahnya. “Pejamkan mata kamu, Sekar.... Bayangkan aku sebagai orang yang kamu cintai, agar usaha kita ini berhasil,” Faisal berbisik lalu meneruskan pekerjaannya melumat bibir Sekar yang masih bergetar. Faisal menepis segala rasa aneh yang terus menghantui kepalanya. Laki-laki itu mendengus, menggusur leher Sekar sehingga gadis itu mendongak, membiarkan Faisal mengendus lekuk lehernya yang wangi dan putih lembut. Gigitan-g

