AKANKAH SEMPURNA

2474 Kata

“Kamu di sini, Sekar?” Faisal bertanya lirih dengan senyum ironi  yang tersungging di sudut bibirnya. Pagi ini dia baru saja sadar setelah pingsan akibat kecelakaan yang menimpanya tempo hari. Apa yang ia ingat terakhir kali adalah rasa cemburu yang kian pekat, membuatnya meninggalkan rumah Sekar. Faisal kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan yang melebihi aturan batas normal. Hal itulah yang menimpakan kejadian naas untuknya. Mobilnya oleng saat hampir bertabrakan dengan truk yang juga sedang melaju. Faisal segera membanting stir dan menabrak tiang. Beruntung, dia masih sempat menginjak rem dengan sekuat tenaga. Dan inilah hasilnya. Faisal mengalami cidera di kepala dan juga tangan, serta kaki. Dua hari lamanya laki-laki itu tak sadarkan diri setelah menjalani operasi untuk memasan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN