“Kamu di sini, Sekar?” Faisal bertanya lirih dengan senyum ironi yang tersungging di sudut bibirnya. Pagi ini dia baru saja sadar setelah pingsan akibat kecelakaan yang menimpanya tempo hari. Apa yang ia ingat terakhir kali adalah rasa cemburu yang kian pekat, membuatnya meninggalkan rumah Sekar. Faisal kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan yang melebihi aturan batas normal. Hal itulah yang menimpakan kejadian naas untuknya. Mobilnya oleng saat hampir bertabrakan dengan truk yang juga sedang melaju. Faisal segera membanting stir dan menabrak tiang. Beruntung, dia masih sempat menginjak rem dengan sekuat tenaga. Dan inilah hasilnya. Faisal mengalami cidera di kepala dan juga tangan, serta kaki. Dua hari lamanya laki-laki itu tak sadarkan diri setelah menjalani operasi untuk memasan

