Saat Melati datang untuk les privat di sore hari, Sekar melihat wajah gadis kecil itu tidak secerah biasanya. “Assalamu’alaikum, Tante ....” Melati menyalami tangan Sekar, menciumnya dengan santun. Namun, wajahnya masih diliputi mendung. “Wa’alaikumsalam, Cantik,” jawab Sekar, menyambut uluran tangan Melati. “Kok wajahnya cemberut, hm?” Melati menunduk sambil menggeleng. “Ada apa, Sayang?” Sekar mengangkat dagu Melati agar tatapan mereka bersipandang. Mata Melati berkaca seolah menyembunyikan tangis. “Ayah nggak sayang lagi sama Melati.” Tiba-tiba Melati memeluk Sekar, menumpahkan tangisnya di pelukan perempuan itu. Sekar membalas pelukan Melati, memberi rasa nyaman dengan usapan lembutnya. “Kenapa Melati bilang ayah nggak sayang lagi sama Melati? Melati tahu kan gimana ayah sayang

