Cap. 24

1021 Kata

. . . . Lola hanya menghembuskan nafasnya kasar. Baru satu hari dan Dewa sudah seenaknya. Sadar dengan tatapan para sahabatnya akhirnya Lola membuka suara. "Jangan tanya dulu, gue ada kelas habis ini." ucap Lola pada teman temannya. "Gue masuk dulu." lanjut Lola. "Kapan lo mau cerita?? kita penasaran." tanya Sila. "Nanti malam aja, gue harus pamit dulu sama Dewa." jelas Lola. "Serius??? sejak kapan lo harus pamit pamit segala??? sama Dewa??? gak pamit ma ortu lo???" tanya Ana dengan nada tidak percaya. "Hah..." Lola menghembuskan nafasnya kasar lalu berlalu pergi tanpa menjawab pertanyaan Ana. Jangankan Ana, Lola sendiri masih belum percaya kalau segala kegiatannya harus minta izin dulu ke Dewa. Yang sedari awal hidup Lola milik Lola, bisa melakukan apapun tanpa izin siapapun, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN