Cap. 20

1334 Kata

. . . . Setelah berkeliaran dijalan raya cukup lama, akhirnya Dewa berhenti disebuah tempat, yang Dewa sendiri tidak percaya kalau akan memilih berhenti ditempat ini. Sebuah rumah yang pernah dia datangi satu kali bersama keluarganya. "Gue gak percaya kalau akhirnya memilih berhenti disini." ucap Dewa mengejek dirinya sendiri. "Silahkan den Dewa diminum." ucap pembantu Lola. "Apa Lola sering pergi kalau lagi libur bi??" tanya Dewa dengan melihat pemandangan diluar rumah Lola dari lantai dua. "Lumayan juga den, karena tuan dan nyonya jarang dirumah, jadi, neng Lola biasanya pergi bareng teman temannya. Bibi pikir mungkin karena neng Lola tidak ingin merasa kesepian dirumah sebesar ini. Meskipun ada bibi, satpam dan pembantu yang lain, tapi, kami sibuk dengan tugas tugas kami. Jadi,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN