Mikaela menatap tak percaya dengan siapa yang kini berdiri di hadapannya. Pria itu benar –benar kembali, malahan melindunginya lagi dari hal buruk yang nyaris saja terjadi. Debaran tiba –tiba saja terasa di d**a Mikaela karena kehadiran orang ini. Tapi wanita itu membuang muka karena ingin menyangkal perasaan ini. Tak seharusnya dia jatuh hati kepada Ares. “Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu… sudah tidak punya urusan lagi kan?” tanya Mikaela pura –pura tak mengharapkan kedatangan Ares. Padahal, dia sudah rindu kepada sosok pria itu. “Tentu saja untuk membahagiakan kamu!” jawab Ares dengan senyuman hangatnya. Mikaela terperangah karena senyuman hangat Ares yang sama persis dengan kembarannya. Entah sejak kapan Ares jadi benar –benar mendalami peran sebagai adiknya yang sudah tiada itu.

