Ares turun dari mobilnya tepat di depan mansion milik keluarga Djuanda. Di pagi hari yang cerah dan tidak sibuk, dia memang memberikan waktunya untuk mendapatkan hati wanita yang sangat dia cintai, Mikaela. Dengan santai, dia berjalan dan para satpam memberi izin dia masuk sampai di depan ambang pintu. Ketika menekan bel, seorang pelayan membukakan pintu untuknya. “Selamat pagi, Tuan! Anda ingin bertemu dengan siapa?” tanyanya sebelum memanggil majikannya keluar. “Saya Ares Pratama, ingin bertemu dengan Mikaela.” Dia santai saja menjawabnya. Pelayan itu masuk dan ternyata majikannya sudah ada di depan matanya, tapi bukan Mikaela. Itu adalah Heinry yang adalah kepala keluarga baru keluarga Djuanda. “Siapa yang datang, Bi?” tanyanya. “Itu, namanya Ares Pratama.” Si pelayan menjawab hingg

