“Maaf, Pak! Putra bapak sudah meninggal dunia karena luka yang dia alami sangat parah dan tidak bisa tertolong lagi. Kami sudah melakukan yang terbaik dan sebisa kami!” Perkataan salah satu dokter yang mengoperasi Marcel dan memberi pertolongan kepada Marcel yang sudah sekarat benar –benar tak sesuai dengan harapan keluarga Buana. Marcel sudah tak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia. Tak satu pun yang menduga kalau Marcel benar –benar akan pergi meninggalkan semuanya hari ini. Dan tak lama, Marcel yang sudah terbaring kaku di atas ranjang pasiennya dibawa keluar dengan keadaan sudah tertutupi oleh kain putih. “Tidak, putraku belum mati!” Ribka tak terima dengan kenyataan ini. Wanita paruh baya itu langsung membuka kain penutup dan melihat Marcel yang sudah menutup matanya. Ia s

