“Bangun sayang, sudah pagi, minum dulu.” Dirga menyerahkan secangkir minuman kepada Gayatri. Wanita itu mengucek matanya sebelum menerima cangkir hijau muda yang biasa digunakan untuk menyeduh s**u. “Dokter bilang gak boleh minum s**u lagi kenapa masih bikin s**u, sih?” protes Gayatri “Makanya lihat dulu ini minuman apa?” Mau tidak mau Gayatri menerima cangkirnya, cairan berwarna merah terlihat begitu menggugah seleranya. Dirga tahu saja kalau Gayatri selalu menginginkan minuman segar akhir-akhir ini. “Tanpa gula, tanpa s**u kental manis.” Dirga merasa puas dengan Jus strawberi yang dia buat. Meski tidak diberi tambahan pemanis karena harus diet gula dan karbo. “Enak ini Mas?” “Makanya coba dulu, Yang,” jawab Dirga. Dia duduk di ujung tempat tidur, memijat kaki Gayatri yang terlihat

