“Ah, selamat datang Pak Dirga. Akhirnya bisa datang juga, ya.” Ucapan Dokter membuat Dirga memalingkan wajah. Dirga hanya mengangguk, dia bingung harus berkata apa saking terharu. Padahal dirinya lelah, kemacetan yang menghadangnya membuat lelaki itu harus panas-panasan di atas ojek. Belum lagi dihadang polisi karena ada razia kendaraan bermotor. Untung ojek yang dia tumpangi tertib dan patuh sehingga tidak ada tragedi tilang. Tetap saja itu buang-buang waktu. Belum lagi Dirga harus berlari dari parkiran menuju ruang periksa klinik. Pokoknya saat ini tampang Dirga sudah persis seperti orang yang punya banyak utang. Jangan tanyakan banyaknya keringat di pelipis orang itu. “Lihat ini bayinya,” ucap dokter. “Ini kepala, ini tulang belakang, ini perutnya. Sejauh ini perkembangannya baik, ke

