Dari Lubuk Hati Terdalam

1124 Kata

Gayatri berbaring di atas kasurnya dengan memejamkan mata sambil mengingat potongan-potongankejadian yang memporakporandakan kehidupannya akhir-akhir ini. Disentuhnya permukaan perut yang tertutup pakaian tidur. Benar apa kata Arya, janin yang ada di rahimnya ini tidak bersalah. Gayatri bisa saja menuruti kata-kata ibu untuk duduk berdua dengan Dirga. Dengan kepala dingin, bicara dari hati ke hati. Wanita itu membayangkan malam remang dengan dua cangkir teh yang menjadi temannya. Ah ... buru-buru Gayatri menepisnya, enak saja, bisa bisa Dirga berubah jadi besar kepala kalau seperti ini. Jika baik-baik saja, mungkin Dirga akan menjadi suami paling siaga yang memerhatikan kehamilan Gayatri. Membuatkan s**u atau sekadar menemaninya periksa ke dokter. Tiba-tiba Gayatri menginginkan itu. Wan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN