Pasrah

1589 Kata

Tiga orang dewasa duduk berhadapan. Setelah si Mbok menyajikan dua cangkir teh dan satu gelas minuman segar untuk Gayatri keheningan masih saja tercipta. Dirga berkali-kali berdehem berharap Gayatri buka suara. Dia sungguh khawatir Nania akan bicara yang tidak-tidak seperti terakhir kali dia di sini dan berakhir dengan ditendangnya dia dari rumah. Namun, setelah menit berlalu Gayatri masih bungkam. Mulutnya terkunci rapat. Dengan santai dia duduk memerhatikan sang mertua yang mulutnya gak pakai saringan itu tersenyum malu-malu. Beruntung Gayatri tumbuh dalam didikan orang tua yang tau tata krama. Dia tidak berkomentar, tidak menyerang dan tidak bertanya mengapa orang tua yang tidak tahu malu itu datang ke sini. “Mama ngapain datang ke sini?” Dirga akhirnya berinisiatif buka suara. Dilir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN