Pagi Yang Suram

1052 Kata

Hari ini, Gia berniat akan ikut lagi ke kantor Jeffan. Tak apalah walau bosan hanya diam duduk saja di sana, tapi Gia bisa melihat dan menatap suaminya sepanjang waktu. Apakah keinginannya ini termasuk ngidam? Entahlah. Gia mematut dirinya di depan cermin dan tersenyum setelah penampilannya rapi. Dia lalu berbalik dan berjalan mendekati Jeffan yang baru saja selesai memakai ikat pinggang. Gia mengambil dasi yang sudah dia siapkan sendiri di atas ranjang. Lalu dengan telaten Gia memasangkan dasi tersebut di leher suaminya. Jeffan tersenyum melihat gerakan Gia yang cepat namun rapi. Gia sudah hafal betul apa yang harus dia lakukan tanpa harus diminta dulu oleh Jeffan. "Sarapan di luar saja ya? Aku kesiangan jadi gak sempat masak," ucap Gia. Jeffan mengangguk, setuju saja. Dia tidak akan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN