Curahan Rindu: Round One

1891 Kata

Silvana menjauhkan tangannya dari celana pria itu, memberinya sebuah isyarat menggoda kepada Leon. Dia sengaja menaruh tanganya ke pundak pria itu dan mendekati telinga pria itu untuk sekadar berbisik. “Tidak sepanjang waktu aku begitu,” balasnya dengan nada suara yang terdengar begitu nakal. Leon menggelengkan kepalanya ketika gadis itu menjauh darinya, dia memajukan wajahnya kea rah Silvana. Menyentuh dagunya dengan ibu jari dan jari telunjuknya, menahannya pada posisi yang tepat untuk kemudian memberikan gadis itu sebuah ciuman yang begitu mendalam. Silvana menghilangkan seluruh kewaspadaannya dan menyerahkan diri seutuhnya kepada pria itu. Pria itu menjaga agar bibirnya tetap menempel pada bibir Silvana bahkan saat pria itu meminta izin akses lebih, gadis itu langsung memberikannya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN