“Dasar tak tahu diri.” Braakkk... Seorang gadis terlempar dengan cukup kuat hingga dinding yang terhantam dengan tubuhnya barusan menjadi retak. “Ampuni aku tuanku.” Gadis itupun menundukkan kepalanya dengan wajah yang menempel di lantai, tenaga yang dia miliki sekarang tidak terlalu cukup kuat untuk melawan tuan yang ada dihadapannya. “Harusnya kau bersyukur dulu aku tak membunuhmu dan malah kujadikan pelayan sebagai gantinya tapi sekarang bertahun tahun kau menghilang dari hadapanku dan terus menyembunyikkan diri dariku hingga akhirnya aku bisa kembali melihatmu di acara pesta itu.” Murka terlihat dari sorot mata tuannya yang berwarna kelabu gelap seperti ingin menenggelamkan gadis tersebut. “Aku menghilang karena aku sedang melaksanakan misi yang tuan berikan kepadaku.” Belanya, p

