Lalu lalang kendaraan terlihat di bawah sana. Kecil dan melintas cepat. Saling berlomba dengan waktu. Gedung-gedung tinggi menjulang, berpadu dengan biru langit yang menjadi latar utamanya. Tidak terlalu banyak pepohonan. Rapatnya Jakarta membuat pepohonan bahkan tidak bisa hidup bebas. Sagara menyentuh kaca jendela di depannya. Embusan nafasnya menimbulkan kabut keputihan yang langsung hilang di bagian kaca. Suara derit pintu mengagetkannya. Saat menoleh, punggung Athena terlihat sedang menutup pintu. Sagara berjalan mendekat sambil memegangi perutnya. Seolah-olah luka itu akan kembali terbuka jika tidak dijaga. "Udah selesai bayar administrasinya?" tanya Sagara duduk di sofa. Sedangkan Athena berjalan ke arah ranjang. Merapikan barang-barangnya sekaligus barang Sagara yang berada di

