"Jangan nangis, Sayang! Gue gak bakal mati sebelum liat lo menua di samping gue." Athena merasakan dirinya sangat senang mendengar hal itu dari Sagara. Saat cowok itu beralih mengecup keningnya, ia terisak semakin keras. Bersyukur karena masih diberikan waktu untuk terus bersama Sagara. "Ehemmm!" Tentu sebelum dehaman itu merusak suasana. Bola mata Athena membesar saat mendengar dehaman yang disengaja itu. Ia segera menjauhkan diri dari Sagara. Tunggu dulu, jangan bilang kalau sejak tadi ada orang yang memperhatikannya dan Sagara. Apalagi kalau itu adalah dokter atau suster. Astaga, Athena tidak bisa membayangkan mau ditaruh di mana wajahnya. "Ganggu aja lo pada!" ketus Sagara. Athena menolehkan kepala, detik itu juga ia segera turun dari ranjang. Kenapa bisa-bisanya ia tidak menyad

