Sorenya hujan turun cukup lebat. Athena menggigit ujung kukunya cemas. Beberapa kali petir terdengar memekakkan telinga. Memecah sunyi yang tidak ia suka. Athena juga tidak tahu entah sudah berapa lama ia mondar mandir tidak jelas di dekat pintu. Jam dinding sudah menunjukkan pukul lima sore lewat tiga puluh empat menit. Rupanya ... ramalan cuacanya benar. Sagara belum pulang, dan hujan sudah turun sejak satu setengah jam lalu. Matanya menyorot tajam ke arah ponsel di atas meja depan sofa. Ponsel Sagara tiba-tiba saja tidak dapat dihubungi. Satu hal yang tentu saja menambah tingkat kecemasan Athena selain hujan di luar sana. Sagara itu... "Na!" Panggilan yang dibarengi suara ketukan dari balik pintu membuat Athena segera berlari dan dengan cepat memutar kunci. Ia membuka pintu lebar-

