EXTRA 3 - Ikatan Cinta (2)

2536 Kata

“Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah sadar, Nak.” Zirena membuka mata perlahan. Langit-langit kamarnya menjadi hal pertama yang ia lihat jelas, lalu wajah cemas Mami di samping kirinya, dan Reva yang sibuk memberi bebauan aroma terapi ke hidungnya di sebelah kanan. Mendengar ucapan Mami barusan pertanda sesuatu sudah terjadi padanya. Pelan-pelan ia mencoba duduk seraya mengingat-ingat apa yang terjadi, tapi kepalanya pusing sehingga ia kembali baring. “Aku kenapa, Ma?” suara Zirena lemah seperti orang yang seharian lari marathon. “Kamu pingsan, Nak. Tidak lama setelah Mami dan Reva datang,” ujar Mami lembut tapi sarat rasa khawatir. Ia beralih ke Reva dan berkata, “Rev, tolong buatkan teh manis hangat buat kakakmu, ya.” Kemudian Zirena ingat. Sesaat setelah Adam berangkat, emosi membut

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN