CHAPTER THIRTY TWO

1485 Kata

“OK, aku perhatiin. Cepetan bikinnya, jangan lama. Bentar lagi waktunya Raffa minum obat.”  Dia memasang pose telapak tangannya sedang memberi hormat padaku, lagi-lagi membuatku memutar bola mata.  Setelah itu, seolah menjadi chef cocok menjadi profesinya selain bisnisman, dia mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat bubur.  Aku mengernyit bingung ketika melihatnya mengeluarkan wortel dan kentang. Lalu memotongnya menjadi kotak-kotak kecil.  “Sayur itu buat apa?” tanyaku. “Buat dicampurin ke buburnya. Kita bikin bubur sayur buat Raffa. Ditambah ayam tentunya.” “Raffa gak boleh makan yang berminyak-minyak dulu kalau kamu berniat goreng ayamnya.”  Dia menggeleng. “Nggak kok, siapa bilang aku mau goreng ayamnya?”  Aku tak mengatakan apa pun lagi. Hanya diam memperhatikan ketika d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN