24. Fakta

1378 Kata

Aku menerimanya, memberi seulas senyum sebagai tanda rasa senang karena sudah bertemu dengannya. "Makasih," ucapku. "Sama-sama," sahutnya. Kemudian duduk di sebelahku. "Udah sering lari ke sini?" tanyaku selepas meneguk air dalam botol. "Lumayan sering. Selama tiga minggu terakhir aku selalu lari pagi ke sini," tuturnya santai. "Tiga minggu?" Aku terheran. "Tiga minggu lalu 'kan, waktu pertama kali kita ketemu di sini," gumamku. Aku menoleh ke samping, Langit sedang tersenyum menatapku. Akhirnya aku tersadar. Kupalingkan wajah karena merasa malu. "Sil, boleh tanya sesuatu?" "Apa?" Aku menggenggam erat botol di tangan. "Mau ikut denganku?" Aku menoleh. "Ke mana?" "Kamu mau ikut?" Aku mengernyit. Lama-lama merasa pusing sendiri. . Langit menghentikan motornya di sebuah rumah keci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN