33. Sumber Tawa Dan Bahagia

1410 Kata

Aku berhenti, di tempat di mana tadi aku meninggalkan Ayah dan Bunda. Dan ternyata mereka tidak ada! Aish, ke mana perginya orang tuaku? Aku berbalik. Kanan atau kiri? Argh, ini lebih berat dari pada memilih baju tadi. Langit? Jangan tanyakan dia. Saat kami maraton bersama tadi tiba-tiba saja dia menghilang. Aduh, bagaimana ini? "Kanan-kiri, kanan-kiri, kanan ... ah, masa bodo! Yang penting cari dulu," putusku. Setengah berlari aku menuju bagian peralatan memasak. Ini menurut penerawanganku yang sudah tahu jika Bunda hobi memasak. Iya, 'kan? Aku berbelok di salah satu rak. Tampak dua punggung yang tak asing sedang berdiri berdampingan. Ah, syukurlah. Akhirnya ketemu. Akan aku ajak pulang mereka dengan alasan perut mulas tak tertahan. Hampir saja melangkah, sampai kemudian tersadar j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN