Dalang di Balik Teror

1304 Kata

Raut kebahagiaan terlihat begitu kentara di wajah cantik Aliana. Senyumnya tak pernah luntur saat Reyhan mengajak Kiara bersenda gurau. Akhirnya, Aliana bisa melihat senyum manis itu lagi. Aliana bisa mendekap kembali putrinya ke dalam peluknya yang hangat. Saat sedang asyik menikmati canda tawa seorang Abi dan putrinya, Aliana merasakan sebuah tendangan di perutnya. Lumayan keras, membuat Aliana sedikit meringis kesakitan. "Awww," rintih Aliana. Melihat Aliana yang kesakitan, Reyhan menjadi khawatir. Ia takut terjadi sesuatu dengan kandungan Aliana. Ia menghampiri Aliana yang duduk di kursi tunggu yang ada di samping brankar Kiara. "Sayang, kenapa? Perutnya sakit lagi? Kamu istirahat aja, ya? Tiduran di brankar kamu. Ayo, aku gendong." Reyhan sudah bersiap membopong Alina. Namum, Aliana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN