Raut kebahagiaan terlihat begitu kentara di wajah cantik Aliana. Senyumnya tak pernah luntur saat Reyhan mengajak Kiara bersenda gurau. Akhirnya, Aliana bisa melihat senyum manis itu lagi. Aliana bisa mendekap kembali putrinya ke dalam peluknya yang hangat. Saat sedang asyik menikmati canda tawa seorang Abi dan putrinya, Aliana merasakan sebuah tendangan di perutnya. Lumayan keras, membuat Aliana sedikit meringis kesakitan. "Awww," rintih Aliana. Melihat Aliana yang kesakitan, Reyhan menjadi khawatir. Ia takut terjadi sesuatu dengan kandungan Aliana. Ia menghampiri Aliana yang duduk di kursi tunggu yang ada di samping brankar Kiara. "Sayang, kenapa? Perutnya sakit lagi? Kamu istirahat aja, ya? Tiduran di brankar kamu. Ayo, aku gendong." Reyhan sudah bersiap membopong Alina. Namum, Aliana

