Di dalam sebuah kamar hotel, Aliana terbaring lemah tak berdaya. Ia masih tak sadarkan diri dengan tangan dan kaki yang terikat rapat. Sesosok laki-laki tersenyum dengan seringai jahatnya. Ia nampak puas dengan kinerja anak buahnya. "Kerja yang sangat bagus, Dear. Ini bayaranmu, dan kamu bisa bisa pergi dari sini, sekarang!" Laki-laki itu memberi segepok uang yang ditutup dengan amplop coklat yang rapi. Wanita misterius yang menculik Aliana tersenyum puas. "Hahaha ... terima kasih, Bos. Bayaran yang sangat sesuai. Kalau bos butuh bantuan saya lagi, langsung calling saja. Saya permisi dulu," ujarnya seraya berlalu pergi meninggalkan bosnya dan wanita cantik yang dia culik. "Hahaha ... akhirnya aku bisa mendapatkanmu, Sayang." Lelaki itu semakin puas saat ia bisa menjamah wajah Aliana.

