Setelah keluar dari perusahaan Hotman Groups, Reyhan melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Di dalam perjalanan, ia tampak uring-uringan. Reyhan mencoba mengendalikan emosinya setelah mengetahui jika dalang di balik teror itu adalah Syifa, si masa lalu yang begitu terobsesi padanya. "Sabar, Reyhan, sabar. Menghadapi wanita ular seperti Syifa, kamu tidak boleh gegabah. Kamu harus bisa kendalikan emosimu. Jangan sampai kamu salah langkah yang justru bisa menjadi awal kehancuranmu. Yang penting sekarang, kamu sudah tahu, siapa dalang di balik teror itu. Susun strategi sebaik mungkin, dan pasang penjagaan seketat mungkin," ucapnya pada diri sendiri. Reyhan menarik napas dalam-dalam. Memasok oksigen banyak-banyak untuk menetralkan emosinya yang sudah siap untuk meledak. Ia pun menginjak gas d

