"Ver," "Lo bilang mau ketemu Xavier?" Resya menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Ga, ga mungkin. Lo bohongin gue!" Resya tidak ingin menatap makam yang bertuliskan nama Xavier. Resya sudah bersiap akan pergi dan sayangnya Alvero sudah menariknya lebih dulu memeluknya dengan erat, Resya menangis dan meraung dalam pelukan Alvero. Alvero membawanya datang ke tempat Xavier, lebih tepatnya tempat peristirahatan terakhirnya. Melihat Resya yang kelihatan lemas, Alvero membawanya ke mobil. "Kenapa lo ga cerita?" Ucap Resya pelan setelah tangisnya reda. Alvero dengan tenang mengusap tangan Resya yang berada di pahanya dan membawa wajah Resya ke dadanya. "Kenapa lo ga kasih tau gue? Kenapa di sini gue ngerasa paling bego, kita bertiga temenan dan cuman gue yang gatau apa-apa." Alvero meng

