Alvero mengantar kembali Resya ke tempat kerjanya, selama diperjalanan Resya hanya diam menatap ke depan tidak peduli sedari tadi pria itu berulang kali menatapnya. "Kamu bisa nabrak kalau ngeliatin aku terus," lama-lama Resya jengah melihatnya. Alvero hanya tersenyum tipis tetapi tetap melakukan yang ia lakukan sebelumnya. "Stop it!" "Ngga bisa, kamu cantik banget sekarang." Resya mengalihkan pandangan menatap ke samping berusaha agar Alvero tidak melihat wajahnya yang merona. "Muka kamu tetap merah kalau aku puji ya," Resya hanya diam tidak membalas. Mereka sudah sampai di parkiran kantor setelah mengucapkan terima kasih wanita itu buru-buru membuka pintu tetapi tidak bisa karena pintunya masih dikunci oleh Alvero dan setiap Resya membukanya sendiri pria itu akan langsung mengunciny

