Bab 12

3953 Kata

Pilar datang satu jam setelah dia minggat menemui si s****l itu. Kupikir dia tidak balik lagi, kan dia jadi jongosnya Nataya akhir-akhir ini. Tapi rupanya dia datang juga. Dan, lo harus tahu dia datang bersama siapa. Yah, lo tidak salah nebak. Pilar datang bersama si s****l itu. Nataya. Aku mendengus tidak suka. Wajah Nataya terlihat memang pucat. Bahkan, bibirnya pun memutih. Gila, ya, tuh p*****r. Kenapa ikut-ikutan ke sini coba kalau dia sakit? Nanti dia bisa mati di jalan kan, mengganggu saja. “Mbak Nataya apa kabar?” Angkasa bertanya, tersenyum (hal yang hampir tidak pernah dia tunjukkan kepadaku) sambil mengusap kepala Nataya. Kedua tangan Nataya menggelendot di lengan Pilar, sementara kepalanya ia sandarkan di pundak Pilar. Cih. Babi betina jalang. Main mencari kesempatan di saat-s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN