22. Kencan Di Bandung

1794 Kata

Kania tersenyum lebar melihat Radhit yang terkejut melihat barang belanjaannya.  "kamu nyuruh aku tinggal lama di Bandung? terus ini apa? kenapa motif begini?" Radhit melempar dengan jijik boxer yang dibelia sang istri. Kania tertawa, sudah dia dugong, eh duga! kalau Radhit tidak akan suka dengan boxer yang dia belikan, tapi Kania tetap akan memaksanya. "kan kalau gak dipake bisa di bawa pulang, suamiiii. Ini kenapa? lucu kok. Nanti di pake yah" Kania meraih boxer yang dilempar Radhit tadi. "ogah! kamu bayar aku seratus juta juga gak bakal aku pakai" "yaudah, aku bayar dua ratus juta biar kamu pake" "gak!" "asal kamu tidur disini, gak di kamar lain" sudut bibir Radhit tertarik membuat sebuah senyum, istrinya tadi memang sempat protes dan memintanya untuk memesan kamar lain. Kania d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN