Kania tersenyum lebar saat apa yang dia tunggu datang. "Bang, langsung di bawa ke belakang ya" suruh Kania kepada sopir yang membawa paket spesial miliknya. "Mba, ternyata rumah mba lebih besar dari bayangan saya" Kania tertawa "bisa aja kamu Hen" "Serius mba, pas mba kirim beberapa foto ruangan yang ada, saya gak kebayang kalau aslinya ternyata luas banget. Semoga si Imut betah ya mba" Kania mengangguk " iya Hen" "Pokoknya, kalau misalnya Mba Kania gak cocok sama si Imut, Mba Kay langsung hubungi saya" "Siap Hen, tapi Mba yakin kalau si Imut bakal betah di sini" "Iya. Kalau begitu, saya pulang dulu ya mba" "Iya Henry, thank you ya" "Yoi Mba Kay" Kania langsung tersenyum lebar saat mobil Henry, kenalannya, sudah pergi, menjauh dari rumah. Hari ini, Henry datang untuk mengantarka

