14. Ancaman

1730 Kata

Radhit mengerang, kepalanya terasa begitu sakit. Perlahan dia buka mata, dan langsung menangkap sosok istrinya yang tengah berdiri di samping tempat tidur sambil tersenyum. Bukan senyum manis atau senyum palsu yang biasa dia perlihatkan. Tapi sebuah senyuman yang menyeramkan layaknya nenek sihir di film-film.  Saat dia ingin bergerak, dia baru sadar jika kedua tangganya di ikat, begitupun dengan kedua kakinya. "Kaylia" geram Radhit. Hal aneh apa lagi yang akan dilakukan istrinya itu. Kania tertawa puas melihatnya.  "buka! apa-apaan kamu?!" bentak Radhit karena istrinya itu malah tertawa. "ngapain hayoooo?" ledek Kania dan kembali tertawa. Dia benar-benar ingin menggoda Radhit. Tidak semudah itu Ciripa! "lepas!" tegas Radhit. "tak mau! tak mau" balas Kania seperti bocah. Kapan lagi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN