"takut?" Radhit menatap Kania sambil melepaskan sabuk pengaman. Kania menggeleng "takut sih engga, cuma deg-degan" Radhit tersenyum, mengusap lembut kepala Kania. "kalau gak deg-degan, kamu gak hidup" Kania langsung melayangkan pukulan ke lengan Radhit "ngomongnya!" "udah ah, yuk! mama pasti udah nunggu" ajak Radhit kemudian membuka pintu mobil. Kania menarik napas dalam lalu mengembuskannya, setelah lebih tenang, dia kemudian membuka pintu mobil dan turun, menyusul Radhit yang sudah berdiri di depan mobil, menunggunya. "nanti kalau papa marahin aku, kamu belain aku ya" pinta Kania sambil memeluk lengan Radhit. "gak mau ah" "ih kamumah jahat!" Keduanya melangkah memasuki rumah mewah yang pintunya memang terbuka, Sania yang baru saja akan keluar untuk menunggu sang anak dan menantu

