Lavender dulu memang menyukai Elijah. Elijah dan kepintarannya, mampu menaklukkan Lavender. Tapi sekarang, ke-random-an Nicklaus dan kesederhanaannya berhasil membuat Lavender mau menjadi teman dekatnya. Hanya teman, tidak lebih. “Tidak apa jika kamu menganggap ini kencan.” Nicklaus berujar sambil terus mendorong motornya dan membelakanngi Lavender, sehingga Lavender tidak bisa melihat ekspresi jahil dari Nicklaus. “Lagipula, apa yang dilakukan dua manusia di satu tempat yang sama selain disebut kencan, bukan?” Oke, Nicklaus hanya semakin membuat Lavender malu jadinya. “Terserah,” ujar Lavender sambil mengulurkan tangannya ke bagian belakang motor Nicklaus, bermaksud untuk membantu pria itu mendorong motornya. Ketika tahu kalau Lavender akan membantunya, dengan segera Nicklaus melepask

